RSS

Pemenang lomba artikel pangan HMPPI bulan agustus 2013

05 Sep

Sebelumnya kami mengucapkan permintaan maaf karna keterlambatan pengumuman pemenang lomba dan kami juga mengucapkan selamat kepada pemenang lomba penulisan artikel pangan bulan agustus dengan tema ” Status Kehalalan Produk Pangan Import “

LABEL HARAM UNTUK PRODUK IMPOR

Oleh: Amar Ma’ruf

Institut Pertanian Stiper Yogyakarta (NIM: 13358)

Ditinjau dari berbagai dalil dalam Islam, berikut merupakan kesimpulan dari definisi “Halal”:

  1. Halal karena dzatnya. Artinya, benda itu memang tidak dilarang oleh hukum syara’, seperti nasi, susu, tempe, tehu dan lain-lain.
  2. Halal cara mendapatkannya. Artinya sesuatu yang halal itu harus diperoleh dengan cara yang halal pula. Sesuatu yang halal tetapi cara medapatkannya tidak sesuai dengan hukum syara’ maka sesuatu itu menjadi haram. Sebagaimana mencuri, menipu, dan lain-lain.
  3. Halal karena proses/cara pengolahannya. Artinya selain sesuatu yang halal itu harus diperoleh dengan cara yang halal pula. Cara atau proses pengolahannya juga harus benar. Hewan, seperti kambing, ayam, sapi, jika disembelih dengan cara yang tidak sesuai hukum Islam maka dagingnya menjadi haram.

Kedudukan haram yang ditimbulkan oleh produk impor sebenarnya lebih cenderung kepada definisi “Halal” pada point b. Dalam pemenuhan kedudukan halal secara dzatnya dan cara pengolahannya, MUI telah berupaya untuk melakukan tindakan pengawasan terhadap setiap produk impor yang masuk ke dalam negeri. MUI telah bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, serta lembaga-lembaga sertifikasi halal dari beberapa negara pengekspor, khususnya untuk komoditas pertanian. Kini MUI telah mengakui 7 lembaga sertifikasi halal dari Amerika dan 8 dari Australia. Beberapa lembaga sertifikasi halal lainnya yang telah diakui berasal dari Netherlands, Perancis, dan Belgia.

Permasalahan kedudukan halal atau haramnya produk impor terletak pada cara mendapatkannya. Beberapa komoditas diinkasi haram untuk diimpor. Kedudukan haram diberikan kepada aktifitas impor terhadap beberapa komoditas yang secara kuota masih bisa dipenuhi produsen dalam negeri. Impor adalah kesalahan fatal karena menimbulkan kemudaratan bagi masyarakat dalam negeri, khususnya produsen atau stakeholder yang berhubungan dengannya. Kecuali untuk komoditas yang tidak bisa dipenuhi produsen dalam negeri seperti kurma yang harus diimpor dari negara-negara Timur Tengah.

Sapi merupakan satu contoh komoditas impor yang diharamkan. Indonesia memiliki target swasembada sapi pada Tahun 2014. Yang artinya, harus tersedia 14 juta ekor sapi pada Tahun 2014. Namun, merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Tahun 2011, Indonesia telah memiliki 14 juta ekor sapi. Dengan demikian tidak ada alasan untuk melakukan impor karena kuota telah tercukupi.

Dari sebuah fakta yang dibongkar Ibu Siti Fadillah Supari, bahwa sapi impor khususnya yang berasal dari Amerika Serikat memang layak untuk diberi label haram. Amerika Serikat memaksa Indonesia untuk mengimpor daging sapi dari negara tersebut. Selain masalah Ekonomi kapitalis, ada dugaan Amerika sengaja memasok sapi ke Indonesia untuk tujuan lain. Ada rumor yang mengatakan daging sapi ini bisa digunakan untuk senjata AS menularkan berbagi penyakit baru. Alasan paling mudah adalah Industri daging di AS sangat penting untuk perekonomian negara tersebut, karena industri ini berhasil menciptakan 1,4 juta lapangan pekerjaan di 2011, industri peternakan menyumbang sekitar US$ 44 miliar atau sekitar Rp 400 triliun dalam perekonomian AS. Kemudian ternyata ada kekhawatiran lain. Sebuah fakta yang diungkap Ibu Siti Fadillah Supari dalam melawan konspirasi AS, “Sejak masalah Sapi Gila California yang menjangkiti Amerika, Indonesia sudah menghentikan impor daging sapi dari sana. Efek panjang dari masalah ini adalah kebingungan para produsen sapi di AS. Sudah banyak cara yang dilakukan Amerika untuk menjadikan Indonesia pasar daging sapi mereka. Mulai dari penyelundupan dan banyak cara lainnya. Namun sampai saat ini sebagian besar sudah di gagalkan.”

Sebagai solusi, pemerintah sebaiknya menghentikan kegiatan impor komoditas yang secara kuota kebutuhannya masih bisa disediakan oleh produsen dalam negeri. Bersama Kementerian Perdagangan, pemerintah harus memperbaiki tata niaga komoditas dalam negeri agar bisa dipasarkan dan tersalurkan dengan baik. Kemudian bersama Kementerian Pertanian, pemerintah harus melakukan manajemen, penyuluhan, serta pembinaan intensif kepada seluruh stakeholder yang berhubungan dalam penyediaan komoditas pertanian.

Meskipun secara konteks dzat dan cara pengolahannya kedudukan halal telah terpenuhi, namun perlu ada antisipasi jika ada kebocoran pada sertifikasi halal produk impor. Indonesia membutuhkan sebuah inovasi untuk melindungi konsumen dari bahaya-bahaya produk haram yang kemungkinan masih bisa beredar di pasaran. Indonesia bisa meniru Thailand dalam penerapan Aplikasi Scanning Barcode yang ditemukan oleh The Halal Science Centre. The Halal Science Center menerapkan Aplikasi Scaning Barcode, yang bisa dilakukan warga menggunakan tablet ataupun smartphone. Pihak The Halal Science Center menyediakan software gratis untuk pemindaian label yang bisa didownload oleh siapapun. Setelah dilakukan pemindaian, maka nanti di gadget akan muncul profil dari makanan terkait. Mulai dari siapa produsennya, batas akhir waktu konsumsi dan tentunya kepastian kehalalannya. Dengan teknologi ini, maka menutup ruang terjadinya penipuan.

***

Pustaka:

  1. Badan Pusat Statistik 2011
  2. Majalah Gontor. Makanan Halal dan Haram Dalam Islam. DR H Abdul Malik Ghozal, Lc MA.
  3. http://muslimdaily.net/berita/medis/peraturan-produk-impor-halal.
  4. detikNews. Winai, Cucu KH Ahmad Dahlan yang Jadi ‘Sang Pencerah’ Bagi Muslim Thailand. Fajar Pratama. 28 Februari 2013.
  5. http://www.kompasiana.com. Amerika Paksa Indonesia Import “Barang Haram”. | 24 February 2013

Bagi pemenang lomba artikel diharapkan menghubungi contact person di bawah ini:

Dafit      : 083182389100

Amalia   : 08568216316

 

 

 
2 Comments

Posted by on September 5, 2013 in Uncategorized

 

2 responses to “Pemenang lomba artikel pangan HMPPI bulan agustus 2013

  1. Agus Fuad

    December 15, 2013 at 5:35 am

    Amerika cuma menang tenar aja sebenarnya,,,
    Good Articles… (y)

     
  2. Agus Fuad

    December 15, 2013 at 5:36 am

    Reblogged this on Agus JNI and commented:
    good articles

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: