RSS

Gethuk Dengan Variasi Kopi Dan Parutan Coklat Putih Untuk Menggantikan Parutan Kelapa

Oleh : Ike Meilani Fajarsari I Fakultas Ekonomi I Jurusan Akuntansi I Universitas Negeri Jember

Akhir-akhir ini banyak jenis usaha yang dikembangkan oleh para usahawan untuk memenuhi kebutuhan konsumen atau masyarakat baik dalam bentuk produk atau barang maupun jasa yang ditawarkan oleh para produsen. Dengan memodifikasi pangan tradisional khas Indonesia, maka diharapkan dapat memperkenalkan produk lama dengan kreativitas baru seperti gethuk dengan variasi kopi dan parutan coklat putih untuk menggantikan parutan kelapa yang bertujuan memenuhi kebutuhan, minat dan selera masyarakat. Gethuk memang makanan yang tidak asing lagi bagi masyarakat karena memang mudah untuk mendapatkannya, mereka dapat membeli jajanan khas itu di pedagang kue bahkan disetiap daerah dan kotapun dapat ditemukan jajanan pasar tersebut. Namun,  ada beberapa hal yang membedakan produk ini yaitu dari segi kreativitas dan rasa dengan menggunakan campuran kopi dalam pembuatannya.

Di Indonesia, ketela pohon menjadi makanan bahan pangan pokok setelah beras dan jagung. Manfaat daun ketela pohon sebagai bahan sayuran memiliki protein cukup tinggi, atau untuk keperluan yang lain seperti bahan obat-obatan. Kayunya bisa digunakan sebagai pagar kebun atau di desa-desa sering digunakan sebagai kayu bakar untuk memasak. Dengan perkembangan teknologi, ketela pohon dijadikan bahan dasar pada industri makanan dan bahan baku industri pakan. Selain itu digunakan pula pada industri obat-obatan.

Singkong sebagai sumber energi pengganti jagung sangat besar, mengingat harga dan penggunaan jagung yang masih besar untuk makanan manusia. Singkong rata-rata memiliki kadar air 65% dan kadar air terbesar dimiliki oleh singkong Varietas Tempranita. Kadar bahan kering rata-rata sebesar 35%, sedangkan bahan extract tanpa nitrogen ( BETN ) 30,84%.

( Nuryani, 1994).

Singkong menurut jenisnya memiliki dua macam rasa yaitu:

1. Singkong yang memiliki rasa manis, antara lain singkong
gadung yang berwarna putih dan singkong mentega yang
berwarna kuning.

2. Singkong yang memiliki rasa pahit disebabkan oleh racun
HCN.

Pada umumnya masyarakat mengenal kopi adalah sejenis minuman, biasanya dihidangkan panas dan dipersiapkan dari biji dari tanaman kopi yang dipanggang. Namun dalam produk ini kopi akan dihidangkan bukan dalam jenis minuman tapi merupakan bahan campuran dalam pembuatan makanan gethuk.

Jenis produk yang akan dihasilkan adalah gethuk kopi. Karakteristik gethuk kopi sangat berbeda dengan gethuk lain. Jika warna gethuk pada umumnya berwarna merah muda dan hijau muda, yang disebabkan karena menggunakan pewarna makanan dan lita tagu bahwa pewarna makanan yang dikonsumsi secara terus menerus dapat menyebabkan kerusaakan hati. Disini warna gethuk kopi berwarna kecoklatan, dikarenakan warna gethuk kopi sendiri dipengaruhi dari warna kopi. Bila taburan untuk gethuk menggunakan parutan kelapa, namun gethuk kopi menggunakan  taburan coklat putih, sebagai variasi bentuk makanan.

Usaha modifikasi pangan tradisional Indonesia ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan memicu para wirausahawan lainnya dalam meningkatkan mutu dan kreativitas produknya dengan memanfaatkan bahan baku makanan tradisional di sekitar kita.

 

One response to “Gethuk Dengan Variasi Kopi Dan Parutan Coklat Putih Untuk Menggantikan Parutan Kelapa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: