RSS

Tape Ganti Warna, Khasiat pun Meningkat

Oleh: Ade Irma I Jurusan Kimia I Fakultas MIPA I Institut Pertanian Bogor

Tape merupakan produk makanan tradisional Indonesia yang dihasilkan dari  fermentasi bahan pangan yang mengandung karbohidrat seperti singkong dan ketan. Selain karbohidrat dan vitamin A yang merupakan kandungan utama tape, tape juga memiliki kandungan lainnya yang bermanfaat. Fermentasi tape dapat meningkatkan kandungan Vitamin B1hingga tiga kali lipat. Vitamin ini diperlukan oleh sistem saraf, sel otot, dan sistem pencernaan agar dapat berfungsi dengan baik. Karena mengandung berbagai macam bakteri “baik” yang aman dikonsumsi, tape dapat digolongkan sebagai sumber probiotik bagi tubuh. Cairan tape dan tape ketan diketahui mengandung bakteri asam laktat sebanyak ± satu juta per mililiter atau gramnya. Kelebihan lain dari tape adalah kemampuannya dalam mengikat dan mengeluarkan aflatoksin dari tubuh. Aflaktosin merupakan zat toksik atau racun yang dihasilkan oleh kapang, terutama Aspergillus flavus. Di beberapa negara tropis yang mengkonsumsi singkong sebagai karbohidrat utama, penduduknya rentan menderita anemia. Hal ini dikarenakan singkong mengandung sianida yang bersifat toksik dalam tubuh manusia. Konsumsi tape dapat mencegah terjadinya anemia karena mikroorganisme yang berperan dalam fermentasinya mampu menghasilkan vitamin B12.[1]

Selama ini tape berwarna putih atau agak kekuning-kuningan. Sebenarnya, warna tape menunjukan kadar vitamin A didalamnya, semakin berwarna kuning maka tape semakin banyak mengandung vitamin A. Baru-baru ini, tape singkong tidak lagi harus berwarna kuning atau putih, ternyata pangan yang banyak dikenal dipulau jawa ini sudah mulai berganti baju menjadi lebih berwarna tanpa mengurangi nilai gizi didalamnya. Warna tersebut tidak berasal dari pewarna buatan yang berbahaya, melainkan berasal dari pewarna alami. Untuk membuat tape berwarna merah, digunakan angkak, pigmen yang dihasilkan oleh Monascus purpureus. Sedangkan tape ketan warna hijau dibuat dengan menggunakan ekstrak daun pandan.

Proses pembuatan tape berwarna tidak berbeda dengan tape biasanya, kuncinya terletak pada proses fermentasi yang harus dilakukan secara optimal. Selama ini, ragi yang banyak digunakan dalam proses pembuatan tape adalah Saccharomyces cerevisiae. Mikroba ini mengeluarkan enzim yang berguna dalam proses fermentasi tape. Tape berwarna hijau masih menggunakan mikroba Saccharomyces cerevisiae. Sebelum dilakukan proses peragian, adonan untuk membuat tape diberi ekstrak daun pandan terlebih dahulu. Sementara tape merah, perbedaan mendasarnya terletak pada perbedaan ragi yang digunakan. Tape merah menggunakan ragi angkak yang mengandung mikroba jenis Monascus angka dan Monascus purpureus. Sebenarnya ragi angkak bukan barang baru, kuliner Cina sudah menggunakan angkak sebagai bahan pewarna alami masakan dan bumbu sejak 600 ribu tahun lalu.[2]

Seperti yang sudah dikatakan bahwa pewarnaan tape ini tidak mengurangi nilai gizi tape yang banyak manfaatnya, malah sebaliknya semakin meningkatkan nilai tape. Pewarnaan tape selain lebih menambah daya tarik karena warnanya sehingga lebih terkesan elegan juga lebih menambah khasiatnya. Angkak selain memberikan efek rasa segar dan lezat dengan warna merah alami pada tape juga berfungsi memperlancar dan menstabilkan darah, memperkuat fungsi pencernaan, mencegah penyakit menular, mengobati luka dalam akibat pukulan, benturan atau jatuh, memperlancar dan mengurangi rasa sakit perut ketika haid.[3] Daun pandan selain memberikan warna hijau yang segar juga menambah aroma tape. Selain itu daun pandan juga memiliki beberapa khasiat lain diantaranya: meningkatkan nafsu makan, menghilangkan rasa pusing, rematik, lemah saraf, mengurangi rasa gelisah, dan banyak manfaat lainnya.[4]

  1. Bambang Dwi. S. 2009. Manfaat Tape Singkong [terhubung berkala] E:\Dream high\tape\tape-singkong-sarat-manfaat.html (15 Maret 2011).
  2. Anonim.  2009. Mengenal Angkak [terhubung berkala] http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/48-artikel-kesehatan/214-angkak-murah-dan-efektif-turunkan-kolesterol.html (15 Maret 2011).
  3. Jackstar Harry. 2007. Angkak Juga Obat Herbal [terhubung berkala] http://myhealthblogging.com/herbal/2007/06/16/angkak-juga-obat-herbal/ (15 Maret 2011).
  4. Roslina. 2009. Khasiat Daun Pandan [terhubung berkala] http://www.ahlinyalambung.com (15 Maret 2011)
 

One response to “Tape Ganti Warna, Khasiat pun Meningkat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: